Tana Tidung (HUMAS KTT) kedatangan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Tidung di sambut hangat oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Tana Tidung beserta seluruh staf. Kegiatan Kakanwil tersebut dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja dengan agenda silaturahmi serta pembinaan pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Tidung. Senin (29/1/2024).
H. Saimin selaku Kepala Kankemenag Kabupaten Tana Tidung menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kakanwil Kemenag Kaltara dalam kunjungan kerja perdana di bumi upun taka dan mempererat silaturahmi bersama.
H. Saimin melanjutkan dalam sambutannya bahwa Kabupaten Tana Tidung merupakan Kabupaten termuda di provinsi Kalimantan Utara dan kondisi kerukunan di Kabupaten Tana Tidung kondusif, aman serta toleransi yang tinggi antar umat beragama. Dengan kehadirannya kakanwil di Kabupaten Tana Tidung dalam kunjungan kali ini dapat memberika arahan bagi kami selaku pegawai Kankemenag Kabupaten Tana Tidung.
H. Taufik Rahman Selaku Kepala Kanwil Kemenag Kaltara juga mengingatkan untuk menerapkan nilai-nilai 5 Budaya Kerja pada Kementerian Agama
Lima budaya kerja ini menjadi semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga layanan keagamaan yang diberikan kepada masyarakat harus benar-benar terasa, dan masyarakat puas,” ujar Taufik.
Lima budaya kerja pertama, sebut saja Kakanwil, yakni integritas. Aspek ini erat hubungannya dengan kejujuran dalam bekerja. Artinya, ada kesepahaman antara lisan dan perbuatannya. Apalagi ada stigma masyarakat bahwa ASN Kemenag merupakan sosok yang memahami tentang agama, mana yang dilarang, dan mana yang dianjurkan dalam konteks keagamaan.
“Karakter ASN Kemenag selalu berkenaan dengan agama. Maka karakter itu dapat menyaring kita sebagai ASN agar terhindar dari perbuatan melawan hukum. Sehingga dengan begitu, kita dapat bekerja dengan baik,” jelasnya.
Budaya kerja yang kedua, profesional. Abdi negara bekerja sesuai dengan keilmuannya, sesuai disiplin ilmu. ASN yang profesional juga harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.
“Seorang ASN yang profesional, selalu haus akan meningkatkan kompetensi. Tidak boleh berhenti belajar, karena ada pembaruan yang tidak bisa kita hindari. Ini sudah tuntutan zaman, tuntutan dunia kerja,” urai Taufik.
Lalu, budaya kerja yang ketiga, yakni inovasi. Inovasi, selalu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. “Seperti peningkatan layanan yang lebih baik, ada kepuasan masyarakat terhadap layanan yang kami berikan,” paparnya.
Kemudian budaya kerja yang keempat, tanggung jawab. Menurut Kakanwil, setiap ASN diberikan amanah, dan setiap amanah dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, maupun Tuhan Yang Maha Esa.
“Oleh karena itu, ketika amanah yang dibebankan kepada kita, kita pasti disumpah. Harus kita laksanakan amanah dan beban yang kita pikul. Termasuk disiplin terhadap jam kerja, adalah amanah yang harus kita tunaikan dan pertanggungjawabkan,” tegasnya.
Terakhir, budaya kerja yang kelima yakni keteladanan. Setiap manusia dituntut menjadi pribadi yang baik, dan menjadi figur dalam keluarga maupun masyarakat serta lingkungan kerja.

